5 Website Untuk Membuat UI/UX
Sebelum ke website-nya, apa kalian tau UI/UX? jika belum, mari ku beri tahu. UI/UX adalah dua hal yang sangat penting dalam pengembangan aplikasi maupun website. UI (User Interface) berfokus pada tampilan visual yang dilihat pengguna, seperti pemilihan warna, tipografi, tata letak tombol, ikon, hingga gambar yang ditampilkan. Tujuan dari UI adalah membuat tampilan lebih menarik, konsisten, dan mudah dipahami. Sementara itu, UX (User Experience) lebih menekankan pada pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan produk. UX mencakup bagaimana alur penggunaan dibuat agar lebih mudah, cepat, nyaman, dan membantu pengguna mencapai tujuannya tanpa kebingungan. Jadi, perbedaan sederhananya adalah UI berbicara tentang “bagaimana tampilan produk”, sedangkan UX berbicara tentang “bagaimana rasanya menggunakan produk”. Keduanya saling melengkapi—tampilan yang bagus tanpa pengalaman yang baik akan membuat pengguna cepat bosan, begitu juga pengalaman yang baik tanpa tampilan menarik bisa mengurangi minat pengguna.
Berikut 5 website populer yang bisa kamu gunakan untuk membuat desain UI/UX:
1. Figma, kenapa Figma? karena Figma banyak dipilih desainer UI/UX karena punya kelebihan yang sulit disaingi oleh tools lain. Pertama, berbasis web sehingga tidak perlu instal software berat, cukup lewat browser atau aplikasinya, dan bisa diakses di Windows, Mac, bahkan Linux. Kedua, Figma mendukung kolaborasi real-time layaknya Google Docs, jadi beberapa orang bisa mendesain, memberi komentar, atau mengedit file yang sama secara bersamaan tanpa ribet kirim file bolak-balik. Ketiga, Figma menyediakan banyak plugin, library, dan template gratis yang memudahkan pekerjaan, mulai dari ikon, ilustrasi, hingga sistem desain. Selain itu, file Figma tersimpan di cloud, jadi aman dan mudah diakses dari mana saja. Karena alasan inilah Figma sangat populer, baik untuk pemula maupun profesional di dunia desain UI/UX.
2. Adobe XD, kenapa Adobe XD? karena
Adobe XD dipilih banyak desainer UI/UX karena punya kelebihan terutama dalam hal integrasi dengan ekosistem Adobe. Kalau kamu sudah terbiasa memakai Photoshop atau Illustrator, maka workflow di Adobe XD akan terasa lebih mulus, misalnya mudah import aset desain, gambar, atau ikon langsung ke dalam proyek. Selain itu, Adobe XD punya fitur prototyping interaktif yang memungkinkan desainer membuat alur aplikasi atau website dengan transisi realistis, sehingga developer atau klien bisa melihat langsung pengalaman pengguna tanpa harus menulis kode.
Kelebihan lainnya adalah performanya ringan meskipun digunakan untuk project besar, dan tersedia fitur Repeat Grid yang memudahkan membuat elemen berulang (seperti daftar produk, kartu, atau feed) hanya dengan drag-and-drop. Adobe XD juga mendukung plugin untuk menambahkan ikon, ilustrasi, hingga integrasi dengan tools lain. Dengan tampilan yang sederhana, Adobe XD cocok untuk desainer yang ingin workflow cepat, rapi, dan tetap terhubung dengan software Adobe lainnya.
3.Sketch, Sketch dipilih banyak desainer UI/UX karena sejak awal dirancang khusus untuk desain antarmuka digital (UI), sehingga fiturnya benar-benar fokus pada kebutuhan membuat aplikasi dan website. Salah satu kelebihannya adalah sederhana, cepat, dan ringan dibanding beberapa software lain. Sketch juga memiliki banyak plugin dan library buatan komunitas yang membantu mempercepat proses desain, mulai dari ikon, sistem desain, hingga auto-layout.
Selain itu, Sketch sangat kuat dalam hal vector editing, sehingga desain yang dibuat bisa tetap tajam dan fleksibel di berbagai ukuran layar. File dari Sketch juga mudah di-export ke format yang diperlukan developer, sehingga workflow kolaborasi menjadi lebih lancar. Walau awalnya hanya tersedia untuk macOS, Sketch masih menjadi favorit banyak desainer karena konsistensi, komunitas besar, dan kualitas hasil desainnya yang profesional.
4. Marvel App, Marvel App banyak dipilih desainer UI/UX karena terkenal mudah digunakan dan cocok untuk pemula maupun tim kecil yang ingin membuat desain cepat tanpa banyak kerumitan. Dengan Marvel, kamu bisa membuat wireframe, desain UI, dan prototipe interaktif langsung dari browser tanpa perlu install software tambahan. Proses prototyping juga sangat sederhana: kamu tinggal unggah desain atau gambar, lalu hubungkan antarhalaman untuk menciptakan alur aplikasi atau website yang realistis.
Selain itu, Marvel punya fitur user testing bawaan, jadi desainer bisa langsung menguji coba desain ke pengguna dan mendapatkan feedback tanpa perlu aplikasi tambahan. Marvel juga mendukunghandoff ke developer, sehingga kode style, aset, dan spesifikasi desain bisa otomatis dibagikan ke tim developer. Karena antarmukanya ringan dan intuitif, Marvel App sering dipakai untuk presentasi ide cepat, kolaborasi tim, hingga validasi konsep sebelum masuk ke tahap pengembangan yang lebih kompleks.
5. Canva, Canva sering dipakai untuk UI/UX sederhana karena punya kelebihan utama yaitu mudah digunakan bahkan untuk orang yang tidak punya latar belakang desain. Dengan antarmuka drag-and-drop, siapa pun bisa membuat mockup aplikasi, layout website, atau presentasi ide desain dengan cepat tanpa perlu skill teknis yang rumit.
Selain itu, Canva menyediakan banyak template siap pakai, ikon, ilustrasi, dan elemen grafis gratis maupun premium yang bisa langsung dipakai. Hal ini memudahkan desainer pemula atau tim non-desain untuk menuangkan ide secara visual. Kelebihan lainnya, Canva berbasis web dan tersimpan di cloud, sehingga bisa diakses dari perangkat apa saja serta mendukung kolaborasi dengan tim secara online.
Namun, dibandingkan dengan tools profesional seperti Figma, Adobe XD, atau Sketch, Canva lebih cocok dipakai untuk membuat konsep awal, presentasi desain, atau mockup cepat, bukan untuk prototyping detail atau handoff ke developer.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwaUI/UX adalah elemen penting dalam pengembangan aplikasi maupun website. UI berfokus pada tampilan visual, sedangkan UX menitikberatkan pada pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan produk. Keduanya harus berjalan beriringan agar menghasilkan produk digital yang menarik sekaligus nyaman digunakan.
Untuk mendukung proses desain, terdapat berbagai website dan tools populer dengan kelebihan masing-masing. Figma unggul dalam kolaborasi real-time dan fleksibilitas lintas platform, Adobe XD kuat berkat integrasi dengan ekosistem Adobe dan prototyping interaktif, Sketch dikenal ringan dengan dukungan plugin serta vector editing yang mumpuni, Marvel App mudah digunakan untuk prototyping cepat dan user testing, sedangkan Canva cocok bagi pemula untuk membuat mockup sederhana secara praktis.
Artinya, pemilihan tools UI/UX sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan: apakah untuk kolaborasi tim, integrasi dengan software lain, kemudahan penggunaan, atau sekadar pembuatan konsep awal. Dengan pemahaman UI/UX yang baik dan penggunaan tools yang tepat, hasil desain akan lebih efektif, menarik, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.
